malaikatpararoh

Peduli Seni Dan Budaya Lewat Tulisan

Restu Bumi

Karya; Alex STB

(Senja Kerinduan)
Terbayang dari sudut kampus yang sama,
Aku menikmati sendiri senja ini dengan secangkir kopi

Mungkin kau juga menikmati senja dikampus yang sama,
Namun di sudut berbeda

Meneguk kopi dengan menikmati sebatang lisong atas nama senja,
Ku serahkan rindu ini untuk disampaikan pada rembulan,
Lewat mentari yang akan tenggelam

Kuharap rintihan rindu bersama senja selalu tersimpan dihatimu,
Yang sekarang di sudut kampus berbeda.

melepas senja dikerumuni kerinduan jiwa
muhasabah dua insan manusia saling bersendawa,
mistis seni air mata senja.
menoreh ukiran serbuk cinta,
mewarnai seantero jagat raya
menyelimuti senja dihiasi kilauan emasnya.

(Perasaan Malam)
cahaya lampu kota banjarmasin menyorot kakanda dan adinda malam ini di temani hembusan cuaca abstrak kadang tersirat, kadang tersurat menjadi untaian kata penuh romantika menghiasi taman kota.
Selusin noda dan dosa terpana menyaksikan aroma cinta yg bercerucukan kepribadian untuk saling menguatkan kaki mereka di atas bumi dan menjadi jejak-jejak cinta di kota banjarmasin.

Alam bawah sadar dan hati adalah tempat penyimpanan terbesar dari kebenaran.
aliran yang tlah menyatu dan mengunci sel-sel darah,
pertemuan singkat namun berkesan,
terdengar gemuruh angin diatas ubun-ubun seakan menyelimuti raga dengan aroma dingin bulan malam ini sangat memahami keadaan.

Tidak pernah ku menduga akan mengenali dirimu
Kau membuat seribu sinar dikelam hati
Terbalut luka hati yang lara dari penderitaan
Terucap kata kasih ikhlas darimu…

Ku bagaikan di awang – awangan
Keluh lidah tiada terkata bila matamu merenungku dengan senyuman manja
Hati berkata ku jatuh cinta padamu… “NOOR LATHIFAH”

Kau pun berkata jatuh cinta padaku
Terasa bergetar hati ini
Perasaan indah membelai jiwa
telaga kalbu yang merana kini kembali bahagia

Ikhlas hatimu terpancar dari matamu..
Aku rindu…
Denganmu, aku merasa seperti terbaring di atas kertas, menjelma huruf-huruf untuk menuliskan aku memang mencintaimu,
wahai wanitaku  kau mengerti bagaimana kesepianku, mengahadapi cinta penuh deburan ombak yang tak mengerti keadaan kita. Kekasih, dengan mencintaimu, aku bisa tau bagaimana cara yang benar, untuk mengisi hidupku.

Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.
Lihat nenek moyangku yang menjaga sungai barito tersenyum melihat kisah kita,
indahnya kebersamaan membuat jiwa terasa tenang
menikmati kehidupan benar-benar nyata dan ada.

Kehidupan yang sering kita jumpai di dunia aktivis,
cinta itu kebersamaan,saling berbagi, saling mendukung, saling mengisi
satu sama lain,
cinta itu senang melihat orang yang dicintai bahagia.
cinta itu sangat menyakitkan bila melihat orang yang mencintai itu
menangis karna dia…
cinta itu hanya untuk kebersamaan
bukan untuk nafsu.

(Doa Restu)
hari ini tepat tanggal 11 dibulan mei
sepasang meteor terlihat melintasi angkasa,
matahari, bulan, bumi menunggu kehadiran.
mereka berkata “restu bumi”

bumi yang damai menjadi pilihan
meski alam  menatap kekosongan,
dari sudut kutub utara dan kutub selatan.
mereka berkata “restu bumi”

kegelisahan, kenestapaan, kerisauan
menghampiri sepasang meteor yang melintas,
bumi menjadi pilihan enggan menerima kehadiran
keadilan mulai dipertanyakan.
mereka berkata “restu bumi”

mereka seperti magnet
saling menguatkan,menggenggam,menghangatkan
mengitari seantero jagat raya bersama,
memenuhi fungsi semua galaksi.
mereka berkata”restu bumi”

Banjarmasin ; 11  Mei 2012

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: